Home » » Aku dan Cintaku

Aku dan Cintaku

Bbib-bib-bib-bibb

Bunyi Hp ku pertanda ada sms masuk. “Siapa sih siang-siang sms, ganggu orang istirahat aja!!!” pikirku sambil raba-raba nyari Hp satu-satunya punyaku. Setelah ku dapat lalu cepet-cepet aku liat siapa yang sms. “Eeeh ternyata cayank ku yang sms” sambil cengingisan. Buruan dech aku balas sms dari dia , soalnya aku ma dia sekarang jarang banget smsan yach karena mau ada Un gituch......

Aku sama dia adalah dua anak pelajar kelas XII di SMA kota kami. Tapi sayangnya beda sekolah. Dia orangnya baik bangeetz, entah kenapa aku gak bisa lepas dari dia. Namanya RHAMA, bagus ea namanya seperti orangnya loch. Hikz-hikz.......

Theng-theng

Keesokan harinya bel sekolahku berbunyi. Pak puji sudah siap menutup pintu gerbang sekolah. Buru-buru dech aku nerobos pintu gerbang itu, dari pada kena hukuman dari Mr. Tara guru paling sadis di sekolah. Huft...!!!

Di kelas ada pelajaran fisika, dah siang-siang kepala panas tambah punyeng adja. Dah gitu guru yang ngajar sadis banget, maksudnya gak enak banget ngajarnya. Aku selalu konsultasi ke Rhama kalo lagi pelajaran fisika gini. Soalnya dia jagonya fisika. Calon profesor fisika mungkin?? He,he....!!!. pokoknya Rhama tuh perfect banget bagiku. Dah ganteng, pinter lagi. Gak rugi aku punya pacar kayak dia.

Menjelang pulang sekolah aku ngobrol sama temenku Clara namanya.
“Ra, kamu nanti pulang sama siapa?” tanyaku.
“Always selalu dijemput sopirnya my Mom.. he,he...!!!” jawab Clara.

“Mang kenapa, mau nebeng ea??” tambahnya.
“Enggak, mungkin nanti Rhama mau jemput aku kesini” jelasku.
“Cheiey-cheiey di jemput kekasih nich??” ejeknya.
“Apaan sih kamu, biasa adja dech” gumamku.
“iya-iya. Tuh denger udah bel, ayo buruan pulang non Sinto!!” katanya sambil rangkul pundakku.

“Heh-heh namaku tuh Shinta tau??” jawabku.

“Eh-eh maaf ia non, ya udah tha-tha....” ucapnya sambil meninggalkanku.

Hari-hari menjelang Un semakin dekat, anak-anak pun sudah siap menggilas soal-soal UN. Setiap hari, ada les dan pendalaman untuk menambah pengetahuan. Tiap hari gitu terus, lama-lama capek juga.

Tak terasa waktu UN semakin menanti. Aku dan Rhama saling kasih suport biar kita bisa menjalani semua ini dengan mulus. Dia sudah berjanji pada ku akan mengenalkanku kepada orang tuanya, setelah UN selesai. Ingat janjinya aku seneng banget, mau ketemu camer gitu.... he,he...!!!

Dia juga sering cerita gimana dia sekolah, gimana dia dimarahin guru. Aku seneng banget waktu dia cerita, soalnya seperti anak kecil gitu logatnya, jadi kedengaran lucu dech...!!!

UN telah berlangsung, gak tau kenapa aku sering banget mimpiin Rhama. Apa lagi sekarang jadi sering banget ketemu dengan gak sengaja. Dia juga sering telefon aku siang-siang. Nanyain tentang Un aku, lancar enggak. Duh aku sangat bahagia banget, dia pengertian pool. Tapi dibalik itu aku juga bingung kenapa aku sering mimpiin dia.

Siang-siang waktu Rhama telefon seperti biasa, aku cerita apa yang tengah aku alami, tetapi dia hanya menjawab dengan ejekan-ejekannya saja. Lalu dia menutup telefonnya dan mengingatkan aku untuk belajar pad amalam hari nanti.

UN tinggal sehari lagi, aku harus berusaha biar dapat nilai yang bagus dan membanggakan. Aku dan Rhama sudah berjanji akan masuk ke Universitas yang sama.

Malam hari aku belajar, tiba-tiba Hpku bunyi. Ternyata dari Rhama, dia bilang setelah Un selesai dia akan menjemputku.
Mmmmm.........

Akhirnya Un selesai juga,. Aku segera pamitan kepada guru dan temenku Clara untuk pulang. Cepat-cepat aku nunggu Rhama di depan pintu gerbang sekolahku. Lama bangeetz dia gak datang.

Tiba-tiba temenku nyamperin aku, dan kelihatan gugup sekali sepertinya dia mau bicara serius denganku. Saking penasarannya, lalu aku langsung tanya padanya.

“Nin, kenapa kamu kelihatan gugup dan pucet gitu?” tanyaku pada Nina.

“A..a..a..anu Shin” jawabnya gugup.
“Anu-anu kenapa sih, kasih tau aku dunk??” pintaku.
“Shinta “ dia memenggilku.

“Iya, ada apa. Langsung bicara aja” tegasku.
“Aku baru aja dapet kabar dari Dodi kalau Rhama meninggal karena kecelakaan waktu menuju kesini” jelasnya.
Duarrr... seperti kilat menyambar-nyambar memecah keheningan siang itu.

“Lah, kamu tuh jangan bercanda deh!”

“Beneran, aku gak bohong. Nih sms dari Dodi” jawabnya meyakinkan.

Lemas seketika aku mendengar berita itu. Segera aku telefon Rhama, tapi gak diangkat. Aku sms juga gak di balas satu pun. Terfikir olehku untuk sms sahabatnya, untuk menanyakan kebenaran berita ini. “Ya Allah gimana ini?” hatiku bergumam. Percaya atau tidak, dia “Rhama” telah tiada.

Aku udah gak bisa ngapa-ngapain lagi. Aku minta sama Clara untuk anterin aku ke RS dimana Rhama sekarang dirawat. Di sana sudah banyak teman-teman dan keluargannya Rhama yang menangis tersedu-sedu melihat cara Rhama meninggalkan kami yang begitu cepat ini.

Semua sudah terjadi, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Pupus sudah semua harapan dan angan-anganku bersamanya. Tangisan tak bisa membuat Rhama kembali. Aku hanya bisa mendo’akan supaya dia diterima di sisi-Nya.

“ya Allah, mengapa dia begitu cepat meningggalkan ku, aku sungguh tak percaya dia telah tiada”

Aku berfikir mungkin mimpi ku selama ini tentang Rhama adalah suatu pertanda bahwa aku akan kehilangan dia untuk selamanya.

Tapi, kenapa kamu tinggalin aku secepat ini? Apa artinya ini?? Mengapa kamu tinggalin aku disaat aku butuhin kamu, aku tak bisa tanpamu. Rhama, aku sayang kamu. Kamu sudah bohong sama aku,kamu janji untuk bersama selamanya, tapi sekarang kau telah tinggalkan aku sendiri disini tanpamu!!!

I will love you forever
you allways in my heart
bay
Rhama

Written by : Rinda Marestiani - Blogger

Assalamualaikum im Rinda. of Rinda Marestiani. Asli Blitar Jawa timur,,, '94 Generation. Memiliki Ibu yang luar biasa bernama Sudarwati dan Bapak super hebat bernama Suroso. Nah pada tanggal 15 Agustus 2014, tepatnya jika menurut kalender islam pas bulan syawal, di peristri sama lelaki hebat keturunan Madiun Sumbawa yang bernama Candra Aditya. Kesibukan saat ini full time be a lovely wife, learn blog, and 24 jam nemeni suami kerja. Thanks

Join Me On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for visiting ! ::

0 comments:

Post a Comment