Sebelum Bilang Kata Putus..

Sebelum Bilang Putus..
Berantem sedikit, langsung bilang putus. Ada teman yang melaporkan pacar dekat sama cewek lain, bikin kita buru-buru minta putus. Saat hubungan mulai terasa hambar, kita merasa putus lah jalan keluarnya. Hmm, gampang banget ya kita memilih untuk putus?

Nggak akan jadi masalah kalau keputusan itu kita ambil karena serius ingin putus. Tapi kalau permintaan putus itu cuma keputusan emosional saja? Ujung-ujungnya, kita dan pacar jadi bolak-balik putus-nyambung atau kita malah menyesal karena telanjur kehilangan orang yang disayang. Makanya, sebelum memutuskan mengakhiri hubungan, pertimbangkan dulu yang berikut ini.

  • Lihat kesalahannya dengan obyektif. Pikirkan apakah “dosa” tersebut sangat prinsip sehingga nggak bisa dimaafkan. Ataukah cuma sekedar hal sepele.
  • Cari tahu dengan pasti kesalahan pacar, dan bukan kesalahpahaman. Bisa saja kan, saat kita mengira dia selingkuh karena pengaduan seseorang, padahal kenyataannya hal tersebut cuma ulah dari orang yang sirik.
  • Beri kesempatan pacar untuk berbicara. Apapun masalahnya, jangan terbawa emosi dan memutuskannya secara sepihak. Karena hubungan melibatkan dua pihak (kita dan dia), maka bagaimanapun juga pacar memiliki hak untuk bicara. Setelah mendengarkan perkataannya, baru tentunya keputusan yang kita buat –apapun itu-- akan lebih mantap.
  • Jangan mengambil keputusan saat emosi sedang tinggi. Walaupun besar banget dorongan untuk meneriakkan kata putus ditengah pertengkaran, namun kita perlu menahan diri. Karena keputusan seperti ini perlu diambil saat otak kita sudah “dingin”.
  • Jangan remehkan kata maaf, jika memang kesalahannya masih bisa dan ingin kita maafkan. Jangan sampai rasa gengsi menghalangi kita untuk memaafkannya.
  • Berusahalah untuk memperbaiki hubungan, sebelum memilih bubar. Terutama, jika keinginan putus tersebut muncul karena merasa bosan.
  • Tempatkan diri kita di posisi dia sebelum kita memberi ultimatum putus. Ini membuat kita bisa melihat masalahnya dari perspektif yang beda. Mungkin saja, dari situ kita jadi sadar kalau pacar layak dapat kesempatan kedua.


Jika setelah melakukan hal-hal diatas keputusannya masih bulat ingin putus, nggak apa-apa juga kok! Intinya, kita sudah bersikap dewasa dengan nggak gagabah mengakhiri hubungan. Jadi, walaupun berat, kita nggak bakal menyesali keputusan yang diambil. Ciayo, girls!


source: http://www.gadis.co.id/gaul/cinta.melulu/sebelum.bilang.putus/001/005/202

Puisi untuk Cintaku


                     Ku ungkap hanya untukmu
hari terindah dalam hidup ku saat melihat senyum mu
ku bahagia menjadi orang yang spesial di hati mu
ku hanya ingin kau tau apa yang ada di hati ku
ku mencintai mu apa ada nya
ku mencintai mu dengan tulus
bukan karna kelebihan atau pun harta mu
karna ku sangat sayang ma diri mu
hari ini ku ungkap kan pada mu
satu kata yang ku pendam
dalam hati ku
kalau aku sangat ingin kau selalu di samping ku.


                            Rasaku

aku tak bisa memahami ambisinya
ambisi yang kian hari membuat aku tertegun
tertegun melihatnya menggapai khayalan yang tak pasti itu
apakah dia kan selalu seperti itu
mencari satu hal yang tak pasti arah tujuannya
bingung aku di buatnya
apa yang dimaksudnya
yang aku tahu ambisinya itu hanyalah fiktif belaka
yang malah membuatnya menjadi insan yang terbohongi
tapi aku tak bisa membuatnya sadar
walaupun itu dengan cinta tulus yang aku berikan, meski dia tak tahu…



                       Karena aku bisa nenyayanginya
Entah sampai kapan ku bisa bertahan
menjaga seutuhnya kasih sayangku
meski dia bukan milikku,aku bahagia..
Meski aku tak sesempurna seperti yang dia minta
aku tetap bertahan
dimanapun aku menatap dunia
yang terbayang hanya senyum terindahnya
bahkan saat aku tak bisa lagi menatap dunia
kuharap aku bisa merasakan hangat canda tawanya
selamanya aku menunggu
hingga dia menyadari akan kasih tulusku